CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS
Tampilkan postingan dengan label bahaya game. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahaya game. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 April 2009

Kecanduan bermain Game Online, bahaya !!!

Hua...Beberapa Minggu ini, Beberapa pegawai staff dikantor ketagihan banget main Game RF Online. Tiada hari tanpa Game, siang game malamnya lebih-lebih, mereka bisa tidur jam 2 dini hari sampe jam 4. Lalu bangun dan maen game lagi sampe jam 8.30. Lalu beberapa hari kemarin, koneksi internet di rumah Boss lagi rusak, Malam-malam saya sama temen di suruh baikin supaya bisa maen Game. Pokoknya harus malam ini, gak bisa di tunda mau naik level neeeeeeh !

Menyedihkan, Uang habis beli Voucher Game, waktu, tenaga, dan kesehatan pun hilang sia-sia karena Game. Di kantor, tinggal 3 orang lagi yang gak ketagihan sama RF ini. Walo begitu, salah satu diantara kami, ada yg kecanduan program lain. Teman saya yg satu maniak Chatting (IRC)....huuuaaaa.....harapku, mudah2an saya gak kecanduan sama Game....percuma, perbuatan sia-sia !!!

Beberapa fakta penting :

Di China,
Zhang Xiaoyi bocah laki-laki 13 tahun, meninggal pada 27 Desember 2004, setelah loncat dari gedung tinggi. Zhang meninggalkan pesan bunuh diri, berisi keinginannya untuk bergabung dengan para jagoan yang ada di game kesukaannya.

Tahun lalu di Korea Seatan ada korban meninggal karena gagal jantung setelah bermain game Starcraft selama 50 jam di sebuah kafe internet.

Bahaya Game Pada Anak

BAHAYA GAMES PADA ANAK Jaman sekarang teknologi semakin maju dan canggih. Untuk itu banyak positf dan negatifnnya. Bagi anak-anak banyak negatifnya, Karena anak-anak belum mengerti manfaat yang sebenarnya. Sewaktu saya ingin melihat email di warnet, saya terkejut karena di warnet itu dipenuhi anak-anak seusia sekolah. Dengan masih berbaju seragam dan menggendong tas mereka main game , belum lagi bau asap rokok yang serasa memenuhi ruangan itu. Setelah saya perhatikan, warnet sekarang di jadikan tempat untuk bermain game online dan game station. Yang memprihatinkan lagi pada jam-jam sekolah masih saja ada anak-anak sekolah bermain game online .Padahal main game di internet secara berlebihan dengan menggunakan personalitas rekaan dapat menyebabkan gangguan kepribadian ganda, demikian menurut Universitas Kedokteran Hanover di Jerman (Harian Sentana, Rabu, 8 November 2006). Selain itu, bermain games lebih cenderung membatasi interaksi sosialnya dengan orang lain. Kemudian, bagaimana agar games tidak merusak anak, mungkin tips sederhana ini bisa membantu:
1. Tahu dan Berusaha Mengenal Kemajuan Teknologi Ada kesadaran bahwa kemajuan teknologi itu bisa mempunyai dua dampak, yaitu positif dan neegatif. Jadi, kita harus tahu teknologi terutama komputer, internet dan handphone.
2.
Hindari memberikan hanphone yang mempunyai fitur yang canggih. Ada kencenderugan bahwa orang tua yang berpenghasilan tinggi memberikan handphone yang dilengkapi dengan fitur yang canggih, dengan handphone itu mereka dapat koneksi ke internet dan men-download apapun, termasuk games.
3.
Membatasi jumlah uang saku Dengan cara ini anak tidak akan terpancing untuk pergi ke game online di warnet atau games station
4.
Apabila di rumah tersedia game video atau komputer pilihlah yang isinya positif dan menekankan pemikiran analitis, strategis, kreatif (misalnya: Snooker, piza tycoon, golf, tennis) daripada games yang mengandung unsur kekerasan. Anda bisa mencari
5.
Menempatkan komputer/game video di tempat terbuka/ruang keluarga. Jangan mencoba menempatkan di tempat tidurnya.
6. Jadilah “patner game” anak Anda.
Dengan cara ini secara tidak langsung Anda telah menjalin hubungan dengan anak Anda, dan mendampingi saat bermain games.
7.
Mengatur waktu bermain games Kalau tidak di atur seharian anak akan main games dan malas belajar, sulit makan serta tidur tidak pada waktunya. Bermain games secara berlebihan tidak baik.

Bahaya Game Untuk Anak-Anak

Apakah gangguan komunikasi atau gagap saat berbicara pada anak-anak utlak karena faktor genetik atau bawaan sejak lahir? tahukah anda bahwa ternyata hal ini bisa terjadi karena faktor psikolois juga. Faktor apa saja yang dapat menyebabkan anak-anak mengalami hal ini dan apa saja yang mesti dilakukan para orang tua untuk menangani hal ini....???


Tahukah anda bahwa gagap saat berbicara (gangguan berkomunikasi) umumn terjadi pada anak usia 3 - 7 tahun yang ditandai dengan tersendatnya saat pengucapan kata-kata atau kalimat-kalimat atau juga huruf-huruf bahkan sampai sulit untuk mengeluarkan suara sama sekali. anak-anak yang mengalami hal ini disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor fisik dan faktor psikologis.
Adapun faktor fisik karena adanya faktor bawaan sejak lahir yakni saat si anak tersebut berada dalam kandungan ibu (genetik). Hal ini disebabkan karena terjadinya infeksi saat si ibu sedang hamil dan juga karena kebiasaa sebagian masyarakat yang sering mengkonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter. Faktor genetik ini pada akhirnya dapat menyebabkan ketidaksempurnaan secara fisik seperti gangguan pada syaraf bicara, gangguan alat bicara dan keterbatasan lidah.
Sedangkan faktor psikologis misalnya karena stress terhadap lingkungan sekitarnya dan salah satunya adalah kebiasaan anak bermain game yang penuh dengan tantangan dan berlevel-level seperti strategi perang, balapan dan game yang membutuhkan kerja otak secara berlebihan. Hal ini karena pada saat anak-anak bermain game, otak si anak tadi akan dipacu untuk bekerja berlebihan sehingga neutransmitter bertambah sehingga tidak terjadi sinkron antara apa yang dipikirkan dengan apa yang diucapkan. Namun faktor psikologis bukan hanya akibat pengaruh bermain game saja tetapi bisa juga karena pengaruh trauma akibat pertengkaran kedua orang tua, kesedihan, kecemasan dan juga penyesuaian si anak terhadap lingkungan barunya.
Untuk mengatasi hal ini yang terjadi pada anak-anak yang menderita gagap saat berbicara sebaiknya para orang tua tak usah menyembunyikan hal ini sebb tak sedikit banyak orang tua merasa malu jika mendapati anaknya menderita kelainan ini padahal justru dalam kondisi seperti ini si anak membutuhkan perhatian agar kondisi ini berkurang bahkan bisa hilang sama sekali.
Berikut tips agar anak-anak terhindar dari penyakit ini dan yang menderita gagap saat berbicara untuk kembali normal seperti sedia kala atau seperti anak-anak lain pada umumnya adalah sebagai berikut :
- Membawa anak yang menderita penyakit ini secepat mungkin ke psikiater untuk mendapatkan penanganan.
- jangan mengisolasi anak agar si anak tersebut tidak mengalami tekanan.
- Menjaga anak bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya
- menghindari si anak untuk bermain game yang berlebihan
- jangan mengkritik anak yang menderita penyakit ini saat berbicara
Sumber : Harian Fajar, Makassar

Rabu, 21 Januari 2009

Bahaya Console Game

Di kabar terbaru " Playing Dirty ", organisasi lingkungan Greenpeace menemukan ketiga console permainan video rumah itu - Sony 's PS3, Xbox Microsoft 360 dan Wii Nintendo - tahan uji positif untuk jenis bahan kimia berbahaya, termasuk polyvinyl klorida (PVC), berilium, brom, dan phthalates.
Yang terakhir ditemukan di tingkat yang relatif tinggi baik Xbox 360 maupun PS3, tidak diizinkan di gunakan untuk mainan atau childcare produk yang dijual di European Union.
Tetapi, console game tidak digolongkan sebagai mainan dan oleh karena itu tidak masuk ke dalam perundang-undangan.
"Entah console game digolongkan sebagai mainan atau tidak, mereka masih bisa berisi bahan kimia dan bahan berbahaya yang bisa melukai manusia."
Teknologi bisa melakukan pengusaha pabrik untuk mendesain ke luar toxics dan menghasilkan alat yang lebih ramah lingkungan , kata Dr Kevin Brigden Greenpeace di siaran pers.
Laporan menunjukkan ketiga sistem itu juga termuat kadar berarti brom, bahan kimia yang dihubungkan dengan fungsi kenangan cacat dan masalah kesehatan lain.
Satu phthalates ditemukan di XBOX 360 dan PS3, bahan kimia yang disebut dengan DEHP, yang dapat mengganggu perkembangan seksual di mamalia, terutama pria.
Tapi tetaplah Tenang -- anda tidak perlu mulai memakai console yang terbuat dari baja murni atau plastik yang diperkuat setiap kali anda bermain Halo 3 .
Greenpeace menjelaskan bahwa ketiga pengusaha pabrik console tersebut sudah "menghindari atau mengurangi penggunaan bahan berbahaya yang perseorangan di bahan tertentu dalam alat mereka."
Wii Nintendo tidak memperlihatkan kepada jejak berilium di kontak listriknya, Xbox 360 memakai lebih sedikit brominated bahan di bahan perumahannya dan PS3 tanpa brom.
"Tes kami secara jelas menunjukkan bahwa console tersebut diatas sudah lebiah aman untuk digunakan kembali , kata Casey Harrell, Greenpeace International toxics orang yang berkampanye."
"Dengan menggabungkan praktek terbaik masing-masing bentuk console , kami bisa mengganti kebanyakan zat yang berbahaya"

Bahaya Internet & Game

Main video game memang seru. Surfing di internet bisa-bisa lupa waktu. Tapi hati-hati! Kecanduan dua hal mengasyikkan ini bisa-bisa sama saja dengan menderita sakit mental. Hal ini menjadi perdebatan seru dalam konvensi tahunan Asosiasi Medis Amerika (AMA) di Chicago, AS, seperti dilaporkan AFP, Selasa (26/6/2007).

Ada laporan yang merekomendasikan kecanduan internet dan video game untuk dipertimbangkan sebagai penyakit kelainan mental.

Beberapa dokter mempertanyakan bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Sementara dokter lainnya mendesak dilakukan studi lebih lanjut sebelum menganjurkan orangtua membatasi waktu anak bermain internet dan video game selama 1-2 jam.

Laporan menunjukkan adanya peningkatan perilaku agresif dan bengis akibat terlalu banyak bermain internet dan video game. Bisa juga mencetuskan serangan penyakit ayan.

Hasil studi mencatat risiko 1,5 dari 100.00 anak terkena serangan ayan akibat peningkatan metabolisme dan mengalami ketegangan berulang-ulang.

Dan tentu saja, seperti yang sering diomelkan orangtua, internet dan video game bisa membuat anak-anak tidak mengerjakan pekerjaan rumah alias PR. Mereka juga jadinya menarik diri dari pergaulan keluarga.

Merujuk pada kriteria WHO, peneliti Inggris menemukan 12 persen pemain game mengalami kecanduan. Sedangkan peneliti di AS menemukan 10-15 persen pemain game kecanduan.

"Bagaimanapun juga penelitian yang dilakukan masih belum cukup menunjukkan bahwa memainkan video game secara berlebihan merupakan bentuk kecanduan," sebut AMA dalam kesimpulannya.

Namun para orangtua dan petugas kesehatan juga diberitahu mengenai bahayanya bermain internet dan video game secara berlebihan. rekomendasi ini juga diberikan pada Asosiasi Psikiatri Amerika sebagai proses memperbarui data diagnosa dan statistik kelainan mental.

"Kecanduan itu penyakit kompleks. Namun menyebutnya sebagai penyakit kelainan mental masih prematur," sebut AMA.

Mengklasifikasikan kecanduan internet dan video game sebagai penyakit kelainan mental bisa membuat perusahaan asuransi harus membayar biaya perawatan yang meliputi konsultasi dengan dokter dan obat-obatan.